[serial seni penyadaran #Genosida 65-66] Bukan Cuma Angka, Mereka Bernama dan Sepenuhnya Manusia

Mereka yang bersenjatakan senapan dan peluru, mereka yang mempersiapkan diri menghadapi meriam dan tank, seringkali, sejarah menunjukkan, takut pada kata, warna, nada, juga gerak. Mereka takut pada seni yang tak mereka mengerti tapi mampu menggugah orang ramai.

Tidak heran jika di bawah kuasa tiran otoritarian pemberangusan berekspresi menjadi sebuah hal yang lazim. Pengusiran dan penggusuran jadi hal yang biasa, dan kekerasan menjadi bagian dari bahasa politik. Ketika kebebasan rakyat dirampas, para penguasa sebetulnya sedang memindahkan ketakutan mereka.

Seni yang mengikrarkan diri memuliakan manusia dan kemanusiaan selayaknyamembebaskan manusia dari ketakutan ini. Karena kuas lebih tangguh dari peluru!

Joshua Oppenheimer

“Kebenaran memang pernah absolut dan manusia tidak pernah lepas dari interpretasi. Namun hal inb ukan berarti bahwa manipulasi dan pembohongan bisa dibiarkan dan disamakan dengan suatu bentuk interpretasi. Ada hal yang jauh berbeda dari manipulasi dan interpretasi.

Dan seni bisa digunakan untuk menutupi, bahkan mendukung manipulasi publik. Hal ini telah terjadi pada masa Orde Baru. Disisi lainnya akan selalu lahir seni yang mempertanyakan dan melawan manipulasi yang telah merajalela. Seperti kata George Orwell: Pada masa kebohongan universal merajalela, menyatakan kebenaranmenjadi hal yang radikal.”

Soe Tjen Marching 

 

*catatan

Soe Tjen dan Joshua adalah catatan kecil untuk seri karya saya (andreas iswinarto) soal 65, namun saya pandang relevan juga untuk menghantar serial ini

 

 

 

 

sila klik pameran online genosida 65-66 :

Dadang Christanto, Sanggar Bumi Tarung, Dolorosa SinagaElisabeth Ida Mulyani, Yayak Yatmaka, Koes Komo, Nobodycorp. Internationale Unlimited, Komunal Stensil, Aji Prasetyo , Didot Klasta Harimurti, Awank-Riza-Suhendra-TerrorPaint, Made Bayak , Andreas Iswinarto, Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori, Iwan Effendi feat Papermoon Puppet Theatre, TARINGPADI, Obed Bima Wicandrakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan! simak juga Bioskop Jejak Genosida 65, Bioskop Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Pramoedya Ananta Toer), Paduan Suara Dialita : Salam Harapan Padamu Kawan, Prison Song, Musik Tigapagi – SembojanAlbum Lagu Genjer-genjer, Evil Wars In 1965 (Musik Benny Soebardja dkk), Rumah Baca (Pustaka) Genosida 65

 

377454_10150469931307938_2091352482_n

 

simak juga 

arsip berita IPT 65

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/05/koeskomo-sketsa-sketsa-ipt-65-menjadi.html?view=magazine

arsip berita Simposium 65

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/04/arsip-berita-simposium65-membedah.html?view=magazine

Tentang Cuci Tangan, Maaf, Keadilan serta (Sepatu Lars dan) Caping Pak Tua

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/04/tentang-cuci-tangan-maaf-keadilan-serta.html?view=magazine

Pembunuhan Massal dan Kuburan Korban 1965 Benar Ada (kompilasi narasi korban)

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/04/pembunuhan-massal-dan-kuburan-korban.html?view=magazine

Hantu-Hantu Gentayangan : Kapan Kambuhnya Bahaya PKI?

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/05/hantu-hantu-gentayangan-kapan-kambuhnya.html?view=magazine

Istana: Kepala Perpustakaan Nasional Overdosis! Lantas bagaimana dengan MENHAN?

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/05/istana-kepala-perpustakaan-nasional.html?view=magazine

Perayaan Kebencian, Sikap Intoleran dan Kekerasan

(Genosida Politik 65-66 Masih berlanjut

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/06/perayakan-kebencian-sikap-intoleran-dan.html?view=magazine

MILITERISME MENGHADANG JALAN DEMOKRASI, AYO BERSATU REBUT KEMBALI

http://lenteradiatasbukit.blogspot.co.id/2016/05/militerisme-menghadang-jalan-demokrasi.html?view=magazine

kolektif2

 

 

 

Bookmark and Share

Dolorosa Sinaga : Concise History of Mass Murdered 1965 in Indonesia [genosida 1965; tragedi 1965]

Concise History of Mass Murdered 1965 in Indonesia adalah salah satu karya dalam pameran besar ‘Seni Aksi Merayakan Kreativitas’ oleh para dosen IKJ di Galeri Cipta II,Taman Ismail Marzuki Jakarta. Pameran ini diselenggerakan dalam rangka memperingat HUT Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang ke-45 

 

*foto-foto andreas iswinarto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

?
?

 

 

Pembantaian Massal 65-66 oleh Rejim Jagal Soeharto

 

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya. (IndoProgress)

 

 

bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65



baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 

atau

Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di

</div>

Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

<b style=”background-color: #fafafa; line-height: 19.6px;”></b><br />

 

 

Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/EKSEKUTIF%20SUMMARY%20PERISTIWA%201965.pdf

 

Ringkasan Eksekutif Laporan Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat

*Bab 1 Hal 1-40 tentang Peristiwa 1965-1966

 

John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 

http://web.unair.ac.id/admin/file/f_20807_DalihPembunuhanMassal.pdf

 

John Roosa : Pengetahuan tentang sebuah Rahasia Umum : Penghilangan Paksa 1965-1966 di Indonesia

https://www.scribd.com/doc/311902470/Roosa-Pengetahuan-tentang-sebuah-Rahasia-Umum-Penghilangan-Massal-1965-66-di-Indonesia-JAS2016#fullscreen

 

Tidak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal

 

baca juga

How Did the Generals Die Ben Anderson

 

Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)

Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965

Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf

 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora

Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi

Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu

melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali


Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto

Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia

Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.

Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 

<b><span style=”font-size: 12pt;”><span style=”color: #009eb8; font-family: "verdana" , sans-serif;”><br /></span></span></b>

<br />

Bertahan Dalam Impunitas : Kisah Para Perempuan Penyintas Yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

Menemukan Kembali Indonesia : Memahami 40 Tahu Kekerasan Demi Memutus Rantai Impunitas (buku 1)

(buku 2)

<b><span style=”font-size: 12pt;”><span style=”font-family: "verdana" , sans-serif;”><o:p></o:p></span></span></b></div>

Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 

(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)

baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950


https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

 

Akar dan Dalang – Suar Suroso

 

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher 

https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

 

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :

KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98


Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin

A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 

– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey


Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 

http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf

Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa

<span style=”color: #373e4d; font-family: "verdana" , sans-serif; line-height: 19.6px;”><b><a href=”http://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/issue/view/102″ style=”color: #009eb8; display: inline; font-family: ‘Helvetica Neue Light’, HelveticaNeue-Light, ‘Helvetica Neue’, Helvetica, Arial, sans-serif; outline: none; text-decoration: none; transition: color 0.3s;”>http://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/issue/view/102</a></b></span></div>

Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman

The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa

The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer

Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin

Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman

Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem

Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman

Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott

Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence

Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdf

Indonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdf

Indonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/




 

B. video online

 

 

Senyap – The Look of Silence

Jagal – The Act of Killing (full movie)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)


Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)

The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA

Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan

Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power

Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)

Imam Komunis

https://youtu.be/7YgPlVprxyg?list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn

api kartini

 

Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam

Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh

Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0

Indonesia: Kado Untuk Ibu

Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965


40 Years of Silence


sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)


The New Rulers of The World

https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65


Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body

Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11

Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/

 

 

r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

 

 

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling


Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc

Filastine – Genjer-Genjer

www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w



KISAH PARA EKSIL 65

 

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’

Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia

Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan

‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam

Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan

 

 

 

Bookmark and Share

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

The Act of Killing; The Act of Corrupting (Jagal Bukan Pahlawan) [pameran online] [Genosida 1965; Tragedi 1965]

 

 

MOMOK HIYONG

momok hiyong si biang kerok

paling jago bikin ricuh

kalau situasi keruh

jingkrakjingkrak ia

bikin kacau dia ahlinya

akalnya bulus siasatnya ular

kejamnya sebanding nero

sefasis hitler sefeodal raja kethoprak

luar biasa cerdasnya

di luar batas culasnya

demokrasi dijadikan bola mainan

hak azazi ditafsir semau gue

emas doyan hutan doyan

kursi doyan nyawa doyan

luar biasa

tanah air digadaikan

masa depan rakyat digelapkan

dijadikan jaminan utang

momok hiyong momok hiyong

apakah ia abadi

dan tak bisa mati?

momok hiyong momok hiyong berapa ember lagi

darah yang ingin kau minum?

(Wiji Thukul; 30 september 96)

 

 

Yayak Yatmaka

 

Yayak Yatmaka

Yayak Yatmaka

 

Yayak Yatmaka

 

Dadang Christanto

 

TARING PADI

 

TARING PADI

 

TARING PADI

 

Nobodycorp.

Internationale Unlimited

 

 

Nobodycorp.

Internationale Unlimited

 

 

Nobodycorp.

Internationale Unlimited

 

 

Nobodycorp.

Internationale Unlimited

 

 

Nobodycorp. Internationale Unlimited 

 

 

 

Tolak Gelar Pahlawan Soeharto – KontraS (Kontra Soeharto)

Selamat Ulang Tahun, Jenderal Jagal Besar! – Made Supriatma

http://indoprogress.com/2015/06/selamat-ulang-tahun-jendral-jagal-besar/

Soeharto Bukan Pahlawan – Historia

10 Alasan Suharto Bukan Pahlawan Nasional

http://www.berdikarionline.com/10-alasan-suharto-bukan-pahlawan-nasional/

 

Wawancara Imajiner dengan yang mana daripada Soeharto – Tri Agus Siswowiharjo 

http://www.indeksberita.com/wawancara-imajiner-dengan-yang-mana-daripada-soeharto/

 

 

The World’s All-Time Most Corrupt Leaders – Forbes

 

 

 

 Mengapa Soeharto (Tidak) Pantas Menjadi Pahlawan Nasional

 

 

 

 

 

KontraS

 

KontraS

 

Didot Klasta

Harimurti

 

Made Bayak 

artrebel_drawingbook

artrebel_drawingbook

 

artrebel_drawingbook

 

 

 

 

simak pameran online genosida 65-66 :

Dadang Christanto, Sanggar Bumi Tarung, Elisabeth Ida Mulyani, Yayak Yatmaka, Koes Komo, Nobodycorp. Internationale Unlimited, Komunal Stensil, Aji Prasetyo , Didot Klasta Harimurti, Awank-Riza-Suhendra-TerrorPaint, Made Bayak , Andreas Iswinarto, Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori, Iwan Effendi feat Papermoon Puppet Theatre, TARINGPADI, kolaborasi Jagal Bukan Pahlawan! simak juga Bioskop Jejak Genosida 65, Bioskop Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Pramoedya Ananta Toer), Paduan Suara Dialita : Salam Harapan Padamu Kawan, Prison Song, Musik Tigapagi – SembojanAlbum Lagu Genjer-genjer, Evil Wars In 1965 (Musik Benny Soebardja dkk)

 

 

bahan bacaan berupa buku dan video online

  1. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

(dipetik dari http://indoprogress.com/2012/09/wawancara-2/)

 

 

 

baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65

https://drive.google.com/file/d/0B171bfmd2MunMkowRUNybFAtSms/view?pli=1

atau

http://www.maskod.co.id/bhinneka/#p=1

Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di

https://drive.google.com/file/d/0B9ZTRXHDvKQvUTBYUFl1RzN0X0k/view

Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

http://www.mediafire.com/download/863ozt1ejzxodu5/Kotak+Pandora+1965.pdf

 

Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/EKSEKUTIF%20SUMMARY%20PERISTIWA%201965.pdf

Ringkasan Eksekutif Laporan Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat

*Bab 1 Hal 1-40 tentang Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/Ringkasan%20Eksekutif___edit2b.pdf

John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 

http://web.unair.ac.id/admin/file/f_20807_DalihPembunuhanMassal.pdf

John Roosa : Pengetahuan tentang sebuah Rahasia Umum : Penghilangan Paksa 1965-1966 di Indonesia

https://www.scribd.com/doc/311902470/Roosa-Pengetahuan-tentang-sebuah-Rahasia-Umum-Penghilangan-Massal-1965-66-di-Indonesia-JAS2016#fullscreen

SEJARAH TAHUN 1965 YANG TERSEMBUNYI – W.F. Wertheimhttp://annabelle.aumars.perso.sfr.fr/Prof%20Wertheim%20-%20Sejarah%20tahun%201965%20Untitled-2.htm

Pengakuan ALGOJO 65
http://theactofkilling.com/wp-content/uploads/2012/09/TAOK_TEMPO_MABAZINE_article.pdf

Tidak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal

https://issuu.com/indoprogress/docs/alfred-tidakadapenyiksaanjenderal 

baca juga

How Did the Generals Die Ben Anderson

http://cip.cornell.edu/DPubS?service=UI&version=1.0&verb=Display&handle=seap.indo/1107009317
tentang studi 
Ben Anderson ini simak wawancara http://umarsaid.free.fr/Wawancara%20Ben%20Anderson%20ttg%20pembunuhan%20massal.html

Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)

http://sejarahsosial.googlepages.com/BukuOHP65-TyTPB-web.pdf

Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965

http://www.scribd.com/doc/34414003/mendengarkan-suara-perempuan-korban-peristiwa-1965#scribd

Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf

 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=3186&keywords

Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi

https://docs.google.com/file/d/0BwCCuhIFVv_nM01sZkU4SXQxWTQ/edit?pli=1

Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu

http://www.skp-ham.org/wp-content/uploads/2015/06/Ringkasan-Eksekutif-Penelitian-dan-Verifikasi-Korban-Peristiwa-1965-1966-di-Kota-Palu-Rev-Ebook.pdf

melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

http://www.academia.edu/3480334/Melawan_Lupa_Narasi-Narasi_Taman_65_Bali


Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=2321&keywords

Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=13691&keywords=pulangkan

Dibebaskan Tanpa Kebebasan : Beragam Peraturan Diskriminatif Yang Melilit Tapol 65-66
http://kontras.org/buku/Buku%20Peraturan%20Diskriminatif.pdf

Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.

http://www.mediafire.com/view/dhncy9od1h7s1r0/Djinah+1965_GRAPHIC_NOVEL_by+Evans+Poton+-+Kamengski.pdf

Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 

https://www.academia.edu/15958912/Indonesia_Yang_Dibayangkan_Peristiwa_1965-1966_dan_Kemunculan_Eksil_Indonesia

Bertahan Dalam Impunitas : Kisah Para Perempuan Penyintas Yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

http://www.asia-ajar.org/files/Indonesia%20Report%20-%20Bertahan%20dalam%20Impunitas-low.pdf

Menemukan Kembali Indonesia : Memahami 40 Tahu Kekerasan Demi Memutus Rantai Impunitas (buku 1)

http://www.asia-ajar.org/files/MENEMUKAN%20KEMBALI%20INDONESIA%20-%20BUKU%201.compressed.pdf

(buku 2)

http://www.asia-ajar.org/files/MENEMUKAN%20KEMBALI%20INDONESIA%20-%20BUKU%202.compressed.pdf

 

Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 

(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)

http://www.geocities.ws/simpang_kiri/G30S/stanley.pdf

baca juga

baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950


https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso

http://www.gelora45.com/news/G30S_SuarSuroso_AkarDanDalang.pdf

 

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

https://medium.com/ingat-65

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :

KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

https://www.academia.edu/3540108/REPRESENTASI_TRAGEDI_1965_KAJIAN_NEW_HISTORICISM_ATAS_TEKS-TEKS_SASTRA_DAN_NONSASTRA_TAHUN_1966_-_1998_Ringkasan_Disertasi_


Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin

A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 

– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

http://cmip.library.cornell.edu/cgi/t/text/text-idx?c=cmip;cc=cmip;view=toc;subview=short;idno=cmip052


Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 

http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf

CASE STUDY: THE INDONESIAN KILLINGS OF 1965-1966 Dr Katharine E.McGregor 
http://www.massviolence.org/The-Indonesian-Killings-of-1965-1966?decoupe_recherche=indonesia
The Indonesian Massacres. ROBERT CRIBB
https://tandfbis.s3.amazonaws.com/rt-media/pdf/9780415871921/chapter7_the_indonesian_massacres.pdf

Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa

http://www.atria.nl/epublications/IAV_B00103570.pdf

The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia
(Journal of Current Southeast Asia Affairs)

http://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/issue/view/102

Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman

The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa

The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer

Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin

Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman

Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem

Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman

Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott

http://www.globalresearch.ca/still-uninvestigated-after-50-years-did-the-u-s-help-incite-the-1965-indonesia-massacre/5467309

Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence

http://books.publishing.monash.edu/apps/bookworm/view/Truth+Will+Out%3A+Indonesian+Accounts+of+the+1965+Mass+Violence/170/OEBPS/toc.htm

Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/




 

  1. video online

 

 

Senyap – The Look of Silence

https://www.youtube.com/watch?v=RcvH2hvvGh4

https://www.youtube.com/watch?v=kCpIheMxuu4

Jagal – The Act of Killing (full movie)

https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y

https://www.youtube.com/watch?v=iMhJu0-h7Vc

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

http://www.youtube.com/watch?v=wF3LWTUJlBI


Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)

https://www.youtube.com/watch?v=Dey07iYEKAc

The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA

Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan

https://www.youtube.com/watch?v=cI2Nuq8rtKk

Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power

http://www.engagemedia.org/Members/Kontras/videos/Plantungan/view

Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)

http://www.engagemedia.org/Members/emnews/videos/tjidurian19/view

yang bertanah air, tak bertanah

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRSC0wR0VHUjJOckU&usp=drive_web

Imam Komunis

https://youtu.be/7YgPlVprxyg?list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn

api kartini

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gROFFFdFg4Uk4yQUE&usp=drive_web

Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam

https://www.youtube.com/watch?v=YtliUXbFN-k

Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh

https://www.youtube.com/watch?v=5-N_oDAu2C0

Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0

Indonesia: Kado Untuk Ibu

https://www.youtube.com/watch?v=cpd4WJuzS3E

Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

https://www.youtube.com/watch?v=2iKYGQgFG6o&list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn&index=5


40 Years of Silence

https://www.youtube.com/playlist?list=UURpL0eEl3jtevGSrtg1XqHwMass Grave in Indonesia (Kuburan Massal) 1
https://www.youtube.com/watch?v=NXhVUWbHYFo&list=PLD0133E8F5E4BD466&index=1Mass Grave in Indonesia (Kuburan Massal) 2
https://www.youtube.com/watch?v=UFPZs7ts10I&list=PLD0133E8F5E4BD466&index=2


sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

https://www.youtube.com/watch?v=KH9byr21PRs


The New Rulers of The World

https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65


Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body
Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11

Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/

r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-sri-sulistyowati/

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-sri-suprapti/

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-tan-swie-ling/


Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc
Filastine – Genjer-Genjer

www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w



KISAH PARA EKSIL 65

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’

https://www.youtube.com/watch?v=HXqHgsJkZcY

Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=thocy6rJCvI

Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan

https://www.youtube.com/watch?v=MQcfy04O1dk

‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam

https://www.youtube.com/watch?v=9ONVwtfjIwI

Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan

https://www.youtube.com/watch?v=1ozkegc9zrg

 

Bookmark and Share

Koes Komo : Sketsa-sketsa IPT 65 [Menolak Bungkam, Menjadi Saksi [pameran online] [genosida 1965; tragedi 1965]

suasana sidang pengadilan rakyat 

International People’s Tribunal 1965

nieuwekerk Denhaag

sketsa : Koes Komo Art

  

sila klik pameran online genosida 65-66 :

Dadang Christanto, Sanggar Bumi Tarung, Dolorosa SinagaElisabeth Ida Mulyani, Yayak Yatmaka, Koes Komo,Nobodycorp. Internationale Unlimited,Komunal Stensil, Aji Prasetyo , Didot Klasta Harimurti, Awank-Riza-Suhendra-TerrorPaint, Made Bayak ,Andreas Iswinarto, Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori, Iwan Effendi feat Papermoon Puppet Theatre,TARINGPADI, Obed Bima Wicandrakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan! simak juga Bioskop Jejak Genosida 65, Bioskop Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Pramoedya Ananta Toer),Paduan Suara Dialita : Salam Harapan Padamu Kawan, Prison Song, Musik Tigapagi – SembojanAlbum Lagu Genjer-genjer, Evil Wars In 1965 (Musik Benny Soebardja dkk), Rumah Baca (Pustaka) Genosida 65

 

Tribunal Rakyat Internasional: Menolak Bungkam, Melawan Impunitas  (Ayu Wahyuningroem)

Lini Masa Rappler Indonesia

LINI MASA: International People’s Tribunal tragedi 1965 di Den Haag

LINI MASA: Hari kedua sidang International People’s Tribunal tragedi 1965

LINI MASA: Hari ketiga sidang International People’s Tribunal tragedi 1965

Fokus (Liputan Khusus) CNN Indonesia 

 

Putusan Sidang Rakyat Tragedi 1965

Pengadilan Rakyat Internasional 1965 yang digelar 10-13 November diharapkan dapat mengungkap kebenaran atas dugaan kejahatan kemanusiaan oleh negara pada periode 1965 di Indonesia. Apa hasilnya, dan adakah pengaruhnya bagi proses penyelesaian di RI?

 

http://www.cnnindonesia.com/nasional/focus/putusan-sidang-rakyat-tragedi-1965-2861/all

 

 

 

YUSHAK PAKASI – Saksi/korban aniaya

 

Pakasi yang dulu dipecat begitu saja sebagai pegawai negeri, menceritakan ia pernah melakukan gugatan sebelum Susilo Bambang Yudhoyono terpillih sebagai presiden. “Tapi setelah SYB terpilih, class action tidak dilanjutkan.”

Martono
bersaksi mengenai berbagai penyiksaan yang dilakukan tentara terhadap orang orang yang ditangkap.
proses bagaimana dia ditangkap dan diintrograsi oleh tentara.
berbagai pertanyaan yang diulang ulang mulai dari organisasi apa yang diikutinya dan berapa orang yang ia bunuh.
jawaban Martono yang tidak pernah membunuh orang membuat para penyiksanya semakin brutal.
hingga akhirnya tinggal Martono seorang yang tersisa dan dipekerjakan secara paksa untuk membuang mayat mayat korban penyiksaan ke sungai Bengawan Solo.

 

Martin Aleida

Asvi Warman Adam (saksi ahli) LIPI

menyampaikan hasil penelitian komnas HAM pada tahun 2003.

Expert witness Asvi Warman Adam, historian of the Indonesian Science Institute LIPI, started his testimony by saying that “I am not here to make my country and people look bad.” He said he was present at the Tribunal as a researcher who concluded that the Buru imprisonment camp was “the most obvious” system of oppression. The most obvious in numbers, location, command hierarchy, and timeline.

 

Some 1,600 political prisoners were incarcerated in Buru from 1969 to 1979. They were clearly ‘B’ category prisoners. The location was clear: Buru, which is twice the size of Bali.The chain of command was also clear: at the helm was the Pangkopkamtib (the highest military commander responsible for security and public order matters), with the head of the Buru Resettlement next, followed by the regional military commander of the Maluku region.

 

Besides Buru, only Moncong Koe and Paltungan camps were that clearly organized. In those two places, incarceration periods were shorter, and there were less prisoners compared to Buru. Plantungan was only for female prisoners.

 

As the chain of command and oppression was so obvious, the camp can be compared to the Russian Gulag under Stalin.

 

The Buru camp’s mission, Asvi explained, was officially to “save the general population from them (the prisoners)”, “turn the political prisoners into followers of the state ideology Pancasila,” and “produce food.”

 

Asvi further explained that Soeharto’s New Order government apparently constructed the Buru camp with political goals in July 1968, when it was clear that it would not be able to conduct a general election which would turn out to its advantage. With this political goal in mind, the regime set up the Buru camp to jail people who were “dangerous to society,” or in other words: those who would not guarantee an election victory for Soeharto. Thus, the elections were shifted to 1971.

 

In the context of the Buru camp, Asvi also underlined the oppression suffered by the prisoners there. One example was writer Hersri, who got flies shoved into his ear, which made him permanently deaf. Enslavement was clearly present, with prisoners forced to report to their wardens at 4 AM to receive their orders. Buru island is an isolated place, so this camp is a concrete and perfect example of incarceration and enslavement as a result of the 1965 tragedy.

 

Komisioner Komnas HAM Dianto Bachriadi di hadapan IPT1965 menyampaikan ringkasan laporan Komnas tentang pelanggaran HAM berat pada tahun 1965/1966.

Penampilan komisioner Dianto Bachriadi ini tidak dijadwalkan.

 

“IPT 1965 MENGONFIRMASI INVESTIGASI KOMNAS-HAM”

 

“Temuan hasil investigasi Komnas HAM 2012 telah dikonfirmasi dalam kesaksian-kesaksian dimuka Sidang IPT 1965 yaitu bahwa telah terjadi pelanggaran HAM berat di Indonesia. .. (Selain itu) suasana anti komunis terus dihidupkan. Jadi penting buat kita, bahwa Yang Mulia (Dewan Hakim) dapat melihat persoalan ini. (Yaitu) bahwa persoalan 1965 masih hidup bagi kita, bagi bangsa ini. Komnas HAM adalah lembaga negara, state institution, begitu juga Komnas Perempuan juga lembaga negara. Penting bahwa rekomendasi bahwa penyelesaian pelanggaran berat ini adalah rekonsiliasi, tetapi rekonsiliasi harus dengan mengungkap kebenaran. Bagaimana kita mau berrekonsiliasi, mau berdamai, kalau kita tidak tahu mana yang benar, dan mana yang salah.

 

“Kita belum punya undang undang tentang rekonsiliasi, padahal dalam U.U. No. 26 (disebut) bahwa rekonsiliasi perlu diatur dalam undang-undang … Setiap penyelidikan harus ditindaklanjuti dengan penyidikan. Kalau tidak (ditindaklanjuti), Kejaksaan Agung harus meyelesaikan atau mengeluarkan perintah, atau memberi penjelasan sehingga masyarakat bisa tahu alasan bahwa temuan temuan itu tidak ditindaklanjuti. Demikian diatur dalam UU Peradilan…

<

Atas pertanyaan Hakim Ketua, Dianto menyatakan

 

“Saya tidak mengetahui mengapa Laporan investigasi Komnas HAM tidak ditindaklanjuti. “(Jawaban-jawaban) yang ada hanya soal administrasi dan prosedural. Your honor, seandainya, sekali lagi seandainya temuan Komnas HAM dianggap tidak cukup, maka pemerintah harus mengeluarkan pernyataan sehingga penyelidikan dihentikan sehingga tidak terjadi delay (penundaan), saya ulangi delay yang berkepanjangan ini”

Hakim Ketua: Thank you. Terima kasih atas penjelasan Anda mengenai investigasi dan masalah yang berkepanjangan itu ..

 

(teks oleh Aboeprijadi Santoso)

Mariana Aminudin

KOMNAS PEREMPUAN TEGASKAN KESAKSIAN IPT 1965

Komisaris Komnas Perempuan Mariana Aminudin membenarkan kesaksian saksi-ahli Dr. Saskia Wieringa dan sejumlah kesaksian yang lain mengenai tindak kekerasan terhadap perempuan. Ketika ditanya Hakim Helen Jarvis mengenai kekerasan seksual 1965, Mariana juga menegaskan hal itu pun tercantum dalam laporan Komisi Perempuan. Mariana menekankan pentingnya perhatian IPT 1965 dan khalayak umum pada kesejahteraan ekonomi dan sosial para ibu ibu korban 1965 dan perlindungan hal bangsa yaitu memerangi stigma yang masih diderita para perempuan korban 1965.

(teks oleh Aboeprijadi Santoso)

Wijaya Herlambang

 Saskia Wieringa

Bradley Simpson

Pemerintah AS telah mendukung Angkatan Darat Indonesia untuk melaksanakan genosida dengan:

Pertengahan hingga akhir Oktober 65:

– Para pejabat White House mendirikan sebuah kelompok kerja untuk melancarkan bantuan rahasia kepada militer Indonesia. 

– Jendral Sukendro mendapatkan bantuan peralatan komunikasi dan senjata dari Amerika.

Awal November 65:

 

– Komite 303 memberi pelatihan kepada Angkatan Darat Indonesia, untuk merekrut para pemuda menyerang para PKI

 

– Gedung Putih mentransfer senjata kecil untuk Angkatan Darat melalui Bangkok

 

Awal Desember 65:

 

– CIA memberikan $ 500.000 untuk pembelian peralatan komunikasi bagi Angkatan Darat untuk memonitor komunikasi militer

 

– Para pejabat Amerika, Australia, Inggris & Selandia Baru mengadakan pembicaraan rahasia untuk mengkoordinasikan kebijakan terhadap Indonesia

 

– Pengiriman obat-obatan, senjata dan uang untuk Angkatan Darat menyerang lebih banyak komunis.

 

(teks: Soe Tjen Marching)

 

 

Prosecutors.

Sidang hari kedua mendengarkan penuturan saksi/korban yang berada di balik tirai hitam

 

ibu Kingkin Rahayu (bukan nama sebenarnya) tentang berbagai macam penyiksaan dan kekerasan seksual yang dialaminya dengan tuduhan melakukan Gerilya Politik.

 

di akhir penuturannya Ibu Kingkin Rahayu dua kali menyampaikan permohonannya apakah diperbolehkan meyebutkan nama orang yang paling kejam menyiksa dirinya.

 

dengan suara tegar terucap nama “LUKMAN… LUKMAN SUTRISNO.”

 

seketika ruangan menjadi hening.

 

Judges

Zak Yacoob & John Gittings

 

 

 

 

Martin Alaeda membacakan cerita pendek

 

Barbara Brouwer membacakan karya Sitor Situmorang

sebaris liriknya berkata “Ketika manusia memenjarakan manusia.”

 

Astaman Hasibuan

Membacakan puisinya tentang penghilangan 

Tak sekedar hilangnya manusia tetapi hilang pula sebagian peradaban.

 

 

 

 

 

Press Conference IPT 1965 

bersama Asvi W. Adam, Saskia Wieringa, Martono & Leslie Dwyer

 

 

bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65



Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi

perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan,

sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah

September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan

sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa.

Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling

gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi

tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang

Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi

kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan

jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang

merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

<b style=”background-color: #fafafa; line-height: 19.6px;”>

 

 

 

 

 

</b><br />

<b style=”background-color: #fafafa; line-height: 19.6px;”><br /></b>

<br />

baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 

atau

Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di

</div>

Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

<b style=”background-color: #fafafa; line-height: 19.6px;”></b><br />

Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/EKSEKUTIF%20SUMMARY%20PERISTIWA%201965.pdf

Ringkasan Eksekutif Laporan Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat

*Bab 1 Hal 1-40 tentang Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/Ringkasan%20Eksekutif___edit2b.pdf

 

John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 

http://web.unair.ac.id/admin/file/f_20807_DalihPembunuhanMassal.pdf

John Roosa : Pengetahuan tentang sebuah Rahasiahttp://web.unair.ac.id/admin/file/f_20807_DalihPembunuhanMassal.pdf

John Roosa : Pengetahuan tentang sebuah Rahasia Umum : Penghilangan Paksa 1965-1966 di Indonesia

https://www.scribd.com/doc/311902470/Roosa-Pengetahuan-tentang-sebuah-Rahasia-Umum-Penghilangan-Massal-1965-66-di-Indonesia-JAS2016#fullscreen

Pengakuan ALGOJO 65
http://theactofkilling.com/wp-content/uploads/2012/09/TAOK_TEMPO_MABAZINE_article.pdf

 

Tidak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal

https://issuu.com/indoprogress/docs/alfred-tidakadapenyiksaanjenderal 

 

baca juga

How Did the Generals Die Ben Anderson

http://cip.cornell.edu/DPubS?service=UI&version=1.0&verb=Display&handle=seap.indo/1107009317
tentang studi 
Ben Anderson ini simak wawancara 

http://umarsaid.free.fr/Wawancara%20Ben%20Anderson%20ttg%20pembunuhan%20massal.html

 

Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)

http://sejarahsosial.googlepages.com/BukuOHP65-TyTPB-web.pdf

Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965

http://www.scribd.com/doc/34414003/mendengarkan-suara-perempuan-korban-peristiwa-1965#scribd

Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf

 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=3186&keywords

 

Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi

https://docs.google.com/file/d/0BwCCuhIFVv_nM01sZkU4SXQxWTQ/edit?pli=1

Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu

http://www.skp-ham.org/wp-content/uploads/2015/06/Ringkasan-Eksekutif-Penelitian-dan-Verifikasi-Korban-Peristiwa-1965-1966-di-Kota-Palu-Rev-Ebook.pdf

melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

http://www.academia.edu/3480334/Melawan_Lupa_Narasi-Narasi_Taman_65_Bali


Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=2321&keywords

Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia

http://perpustakaan.elsam.or.id/index.php?p=show_detail&id=13691&keywords=pulangkan

Dibebaskan Tanpa Kebebasan : Beragam Peraturan Diskriminatif Yang Melilit Tapol 65-66
http://kontras.org/buku/Buku%20Peraturan%20Diskriminatif.pdf

 

Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.

http://www.mediafire.com/view/dhncy9od1h7s1r0/Djinah+1965_GRAPHIC_NOVEL_by+Evans+Poton+-+Kamengski.pdf

Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 

https://www.academia.edu/15958912/Indonesia_Yang_Dibayangkan_Peristiwa_1965-1966_dan_Kemunculan_Eksil_Indonesia

 

Bertahan Dalam Impunitas : Kisah Para Perempuan Penyintas Yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

http://www.asia-ajar.org/files/Indonesia%20Report%20-%20Bertahan%20dalam%20Impunitas-low.pdf

Menemukan Kembali Indonesia : Memahami 40 Tahu Kekerasan Demi Memutus Rantai Impunitas (buku 1)

http://www.asia-ajar.org/files/MENEMUKAN%20KEMBALI%20INDONESIA%20-%20BUKU%201.compressed.pdf

(buku 2)

http://www.asia-ajar.org/files/MENEMUKAN%20KEMBALI%20INDONESIA%20-%20BUKU%202.compressed.pdf

Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 

(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)

http://www.geocities.ws/simpang_kiri/G30S/stanley.pdf

baca juga

baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950


https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

 

Akar dan Dalang – Suar Suroso

http://www.gelora45.com/news/G30S_SuarSuroso_AkarDanDalang.pdf

 

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

https://medium.com/ingat-65

 

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :

KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

https://www.academia.edu/3540108/REPRESENTASI_TRAGEDI_1965_KAJIAN_NEW_HISTORICISM_ATAS_TEKS-TEKS_SASTRA_DAN_NONSASTRA_TAHUN_1966_-_1998_Ringkasan_Disertasi_


Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin

A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 

– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

http://cmip.library.cornell.edu/cgi/t/text/text-idx?c=cmip;cc=cmip;view=toc;subview=short;idno=cmip052


Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 

http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf

CASE STUDY: THE INDONESIAN KILLINGS OF 1965-1966 Dr Katharine E.McGregor 
http://www.massviolence.org/The-Indonesian-Killings-of-1965-1966?decoupe_recherche=indonesia
The Indonesian Massacres. ROBERT CRIBB
https://tandfbis.s3.amazonaws.com/rt-media/pdf/9780415871921/chapter7_the_indonesian_massacres.pdf

 

Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa

http://www.atria.nl/epublications/IAV_B00103570.pdf

The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia
(Journal of Current Southeast Asia Affairs)

 

Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman

The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa

The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer

Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin

Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman

Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem

Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman

Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott

http://www.globalresearch.ca/still-uninvestigated-after-50-years-did-the-u-s-help-incite-the-1965-indonesia-massacre/5467309

Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence

http://books.publishing.monash.edu/apps/bookworm/view/Truth+Will+Out%3A+Indonesian+Accounts+of+the+1965+Mass+Violence/170/OEBPS/toc.htm

Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdf

Indonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdf

Indonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/




 

  1. video online

 

 

Senyap – The Look of Silence

https://www.youtube.com/watch?v=RcvH2hvvGh4

https://www.youtube.com/watch?v=kCpIheMxuu4

Jagal – The Act of Killing (full movie)

https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y

https://www.youtube.com/watch?v=iMhJu0-h7Vc

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

http://www.youtube.com/watch?v=wF3LWTUJlBI


Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)

https://www.youtube.com/watch?v=Dey07iYEKAc

The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA

Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan

https://www.youtube.com/watch?v=cI2Nuq8rtKk

Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power

http://www.engagemedia.org/Members/Kontras/videos/Plantungan/view

Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)

http://www.engagemedia.org/Members/emnews/videos/tjidurian19/view

yang bertanah air, tak bertanah

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRSC0wR0VHUjJOckU&usp=drive_web

 

Imam Komunis

https://youtu.be/7YgPlVprxyg?list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn

api kartini

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gROFFFdFg4Uk4yQUE&usp=drive_web

Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam

https://www.youtube.com/watch?v=YtliUXbFN-k

Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh

https://www.youtube.com/watch?v=5-N_oDAu2C0

Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0

Indonesia: Kado Untuk Ibu

https://www.youtube.com/watch?v=cpd4WJuzS3E

Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

https://www.youtube.com/watch?v=2iKYGQgFG6o&list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn&index=5


40 Years of Silence

https://www.youtube.com/playlist?list=UURpL0eEl3jtevGSrtg1XqHw

Mass Grave in Indonesia (Kuburan Massal) 1
https://www.youtube.com/watch?v=NXhVUWbHYFo&list=PLD0133E8F5E4BD466&index=1

Mass Grave in Indonesia (Kuburan Massal) 2
https://www.youtube.com/watch?v=UFPZs7ts10I&list=PLD0133E8F5E4BD466&index=2


sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

https://www.youtube.com/watch?v=KH9byr21PRs


The New Rulers of The World

https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65


Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body

Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11

Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/

r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-sri-sulistyowati/

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-sri-suprapti/

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

http://asia-ajar.org/2015/06/in-defiance-voices-of-torture-survivors-tan-swie-ling/


Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc

Filastine – Genjer-Genjer

www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w



KISAH PARA EKSIL 65

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’

https://www.youtube.com/watch?v=HXqHgsJkZcY

Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia

https://www.youtube.com/watch?v=thocy6rJCvI

Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan

https://www.youtube.com/watch?v=MQcfy04O1dk

‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam

https://www.youtube.com/watch?v=9ONVwtfjIwI

Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan

https://www.youtube.com/watch?v=1ozkegc9zrg

 

 

Bookmark and Share

Sanggar Bumi Tarung : Berjuta mata sebagai saksi bisu #50tahun1965 [pameran online] [genosida 1965; tragedi 1965]

tahan semua rasa pedih itu / dengan ketabahan / ia akan menjadi mutiara bagi kerang yang luka (Amrus Natalsya – Sanggar Bumi Tarung)
 
*berjuta mata sebagai saksi bisu diambil dari judul lukisan Amrus Natalsya
 
sumber foto dan teks 
 
 
Buat sekian kali, kupajang lagi lukisan “Bumi Tarung 1965” ini kehadapan anda dan teman-teman, selaku “in-memoriam” atas kepergian Ben Anderson penemu sebutan “gulag-tropis” bagi segenap kamp-kamp tahanan peristiwa Tragedi Kemanusiaan 1965 yang berada di bumi Nusantara kita. Terutama yang paling presis mengena untuk sebutan yang bernuansa “neraka hunian” yang kejam itu,adalah kamp pembuangan Pulau Buru. Ada 6 orang anggota komunitas sanggar Bumi Tarung yang dibuang di pulau tandus yang meranggas itu Usia produktif berkarya senirupa di masa remajanya Isa Hasanda, Gumelar, Gultom, Sediono, Suroso dan Viktor Manurung banyak terbuang sia-sia disini ditenggelamkan cucuran keringat kerja rodi paksa yang tak kenal ampun. Selainnya, Amrus Natalsya nakhoda SBT yang saat itu satu-satunya yang sudah berkeluarga, dalam lukisan ini tampak dengan wajah geram dan getir dipaksa dalam pasungan, terenggutkan dari anak-anak dan isterinya yang tengah memelas ditinggalkan pergi untuk waktu yang tak terukur. Kawan-kawannya yang lain tentu mengikutinya secara berbondong-bondong tergiring oleh aparat bersenjata penguasa rezim Orba, memasuki liang pesakitan yang disebut Ben Anderson “gulag -tropis” tersebut. Sedangkan yang ditinggalkan mereka di luar, suasana khaos yang berantakan terobrak-abrik keganasan aparat. Karya patung Amrus terbaik “Keluarga tandus di senja kala” dibakar, piring pecah belah,buku-buku, cat-cat tube lukis, dan kanvas-kanvas berhamburan…… (Misbach Tamrin)
Karya lukisan perupa dan pendiri SBT Amrus Natalsya “Berjuta mata sebagai saksi bisu”. Sang pelukis mengungkapkan betapa dahsyat peristiwa Tragedi Nasional 1965,disamping ribuan atau mungkin jutaan ruh korban bersayap yg melayang-layang dilangit yg enggan dan tak rela dilenyapkan secara tak wajar lewat pembantaian yg diangkut ratusan truk dibumi. Namun ribuan mata yang membentuk piramid cahaya dilangit,terutama mata “malaikat” yang menyaksikan tragedi ketidakadilan ini. Kita harapkan di masa pemerintahan Presiden Jokowi yang telah berjanji lewat Nawacitanya untuk menyelesaikan dan menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM berat, termasuk perkara peristiwa tragedi kemanusiaan 1965 itu, dapat dilaksanakan secara konsisten……
 
 
 
“Interogasi Orde Baru”,karya perupa pendiri SBT 1961 Amrus Natalsya yg menggambarkan eskalasi pemeriksaan (interogasi) rezim Orde Baru terhadap para tapol peristiwa “Tragedi Nasional 1965″……
Seorang perupa SBT kelahiran Pancur Batu Medan yg telah wafat (1932 – 2001) Puji Tarigan tampil di pameran Ultah ke-50 SBT 2011,dengan karyanya “Tragedi Nasional 1965” (oil on canvas,110×80 cm). Selaku seorang pelukis nasrani Puji Tarigan berimajinasi secara surealis lewat karyanya,bahwa tindak pelanggaran hak azasi manusia pada peristiwa ’65 demikian tragis dan mengenaskan. Dengan adanya genocide (pembantaian) diantara bangsa sendiri,tak luput dari kesaksian Yesus yg sedang terpaku di salibnya dengan sedih. Yang juga ia sebagai korban yg sama dari penganiayaan kejahatan manusia………..

 

Ini lukisan perupa SBT terkenal Djoko Pekik yang berjudul “Tak seorang berniat pulang,walau mati menanti” (meminjam judul sajak penyair Lekra HR Bandaharo)…. 
Ini lukisan karya perupa SBT Misbach Tamrin yang berjudul “Perpisahan”.Melukiskan momen seorang bapak memeluk rangkul anaknya sebagai tanda perpisahan terakhir,yang status keberadaan keduanya selaku tapol 1965 bersama lainnya sedang dalam ruang tahanan,sebelum si bapak dijemput petugas aparat militer Orde Baru untuk selanjutnya dibawa dalam bak truk untuk mendapat giliran dilenyapkan buat selamanya….
Karya kukisan cat minyak (kanvas) perupa SBT Harjija Pujanadi berjudul “Ibu dan anak,yang ditinggalkan”. Melukiskan suatu adegan seorang ibu dengan anaknya ditinggalkan suaminya,karena dijemput paksa oleh aparat penguasa Orde Baru disaat setelah peristiwa G30S 1965,untuk selanjutnya diangkut dalam truk entah kemana dibawa,yang biasanya dan kebanyakan tidak pernah kembali buat selamanya….. 
lukisan perupa SBT Adrianus Gumelar berjudul “Tahanan perempuan Plantungan”,mereka hanya perempuan,ya…memang ada yg menjadi aktivis suatu partai atau ormas terlarang,tapi juga banyak yg hanya keluarga atau isteri tapol,harus meringkuk dipenjara dlm tahunan yang tak terukur………
Sebuah lukisan perupa SBT Hardjija Pudjanadi “Pekerja rodi”, pelukisan kenangan atas pengalaman peristiwa Tragedi Nasional 1965,tatkala para tapol dipekerjakan mendinamit gunung,memecah bongkah batu dg amar menjadi kepingan kecil diangkut dlm keranjang,berbaris beriringan melalui jalan setapak menuju jalan raya yg jauh,untuk dihamparkan buat pengerasan Diatasnya elang berkulik,sbg tanda isyarat ada diantara mereka yg rubuh tak tertahankan……..
Lukisan ini karya dari perupa SBT Sudiyono SP berjudul “Kerja rodi tapol di Nusakambangan”.Si pelukisnya mengangkat pengalamannya selama berada di kamp ini, sebelum ia dikirim ke Pulau Buru.Disini juga terjadi korban hari demi hari,krn kelaparan kurang gizi dan tanpa perhatian medis atas kesehatan mereka. 

 

Lukisan karya perupa SBT Adrianus Gumelar “Gulak tropis Pulau Buru” yg juga telah dipamerkan dalam Pameran Senirupa Ultah ke-50 SBt tahun yl di Galeri Nasional Indonesia. Dalam sejarah, kawasan Pulau Buru (Indonesia Timur) adalah bekas tempat para tapol Peristiwa Tragedi Nasional 1965 di kamp konsentrasikan. Disini, mereka diasingkan selama berpuluh tahun, sambil dimanfaatkan tenaga dan pikirannya untuk membalik tanah gersang yg tak subur itu menjadi lahan untuk mereka bertahan hidup dengan kerja keras semacam kerja rodi. Hasilnya setelah mereka dibebaskan, ternyata yg tadinya merupakan pulau yang mati (gersang) itu, telah menjadi lahan subur yg produktif dan menjadi proyek percontohan dari pembangunan daerah yang tertinggal…….
Sebagai kenangan,kami sajikan pula karya almarhum Sediono, perupa SBT asal Yogyakarta (jebolan penjara Nusakambangan dan “gulak tropis” Pulau Buru) yg telah meninggal sekitar 2 tahun y.l, dlm usia 76 th, berjudul “Digiring ke kuburan massal” (Salah satu episode tema dari banyak peristiwa Tragedi Nasional1965).
Karya perupa SBT Misbach Tamrin “Eksekusi dipinggir jurang”
 
 
 
PERJALANAN BUMI TARUNG
 
 
Bumi Tarung hadir menerabas semak belukar kekuasaan yang menggelar pragmatisme, pedangkalan dan komoditisasi kebudayaan. Ia hadir untuk mengingatkan Indonesia pernah memiliki kebudayaan yang tidak untuk dijual, tetapi untuk melindungi rakyatnya. Semboyan “Politik sebagai panglima” dibawakannya bukan untuk menabuh genderang politik tahun 60-an. Bukan untuk menjadi mercusuar gerakan rakyat demi merapatkan barisan menyingkirkan kekuatan lama menyambut bangkitnya kekuatan baru. Melainkan ia hadir mengarungi “lautan oblivia” melawan pelupaan…….
(Agung Putri Astrid,dlm pengantar buku “Tetap Bumi Tarung”).
 
 
 
Ini lukisan perupa SBT Amrus Natalsya yang berjudul “Kawan-kawanku” (1958),sebuah karya lamanya yang telah menjadi koleksi Bung Karno.
 
Lukisan ini karya perupa SBT Misbach Tamrin “Purnama diturba pantai Trisik” (Akrylic on canvas,150 x 150 cm,2011). Ternyata berbagai peristiwa krusial ditanah air kita belakangan ini, seperti di Mesuji,Bima,Sampang,Kotawaringin Barat dll itu juga telah terjadi sejak setengah abad yang lampau. Dengan metetusnya peristiwa Djengkol, Bandarbetsi dan banyak lagi semacam terjadi di daerah minus Trisik,pantai selatan Jawa Tengah, disekitar tahun 60-an. Sumber konflik terpusat kepada perkara sengketa soal tanah. Berarti fakta-fakta ini membuktikan kebenaran dari pernyataan tokoh founding father dan proklamator kita Bung Karno bahwa Revolusi Agustus 1945 belum selesai. Terutama menyangkut masalah Agraria atau Landreform. Hingga kini, tanpa solusi yang benar,dimana sesungguhnya tanah mutlak diprioritaskan buat sipenggarap (kaum tani). Bukan dimonopoli dan diobok-obok oleh para tuan tanah dan para penguasa birokrat yang bersekongkol dengan pengusaha asing mengambil keuntungan mengeruk hasil bumi tanah air kita.

 

 

JENDELA TERBUKA



Lima puluh tahun jendela ini terbuka
Pagi malam menghadap bulan dan matahari
Tempat cahaya masuk menghangati rumah
Dan angin membawa wangi kembang melati
Lima puluh tahun jendela ini terbuka
Di dalamnya ada aku dan isteriku
Juga anak kami yang masih kecil


Di dinding ada sajak Agam Wispi, tentang Latini
Ada sajak Klara Akustia, “Sebutkan segala penjara itu adalah Aku”
Ada sajak paman Ho Chi Minh “Tunggu aku masih sibuk berperang”

Ada sketsa poster tua karya Affandi “Boeng Ajo Boeng!”

Juga ada sketsa lukisan “Peristiwa Djengkol”,”Marsinah” dan “Munir”.

 

Lima puluh tahun telah berlalu
Sajak dan sketsa itu masih ada


 


Lido, 15 September 2011


Amrus Natalsya


 
“Perjalanan Bumi Tarung” (oil on canvas,200x476cm,2011) karya perupa SBT Amrus Natalsya,selama setengah abad sejak berdirinya th 1961 di Yogyakarta SBT berpacu mengarungi kehidupan 3 zaman (orde lama,orde baru,dan reformasi),lewat berbagai tantangan peralihan sistem kekuasaan dan korban-2 hak azasi kemanusiaan yang jatuh,iapun tetap mempertahankan keberadaan (eksistensi) nya dengan tegar hingga kini dalam sejarah…………..
 
 

 

 

 

“Dari Proklamasi ke Transisi” (Akrilik,180x120cm) karya perupa SBT Misbach Tamrin 
 
SAJAK CALAEIDOSCOPIS DUNIA / Oleh Amrus Natalsya
(Peringatan ke 67 Th Proklamasi Kemerdekaan kita)

 

“Revolusi belum selesai,adil dan dan makmur belum tergapai…”,begitulah kata-kata yang diusung dalam cukilan kayu (grafika) Suhadjija Pudjanadi perupa SBT,salah satu karyanya yang bakal tergelar dalam pameran senirupa SBT Ultah ke-50 yad. Suatu ucapan terkenal Bung Karno,bahwa Revolusi Agustus 1945 belum selesai,terbukti dengan nyata dalam keadaan dinegeri kita sampai sekarang………….





bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

 

baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 
atau
Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di
Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

 

 

 

Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966
John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 
Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)
Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965
Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf
 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora
Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi
Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu
melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto
Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia
Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.
Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 
Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 
(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)
baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950

https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso
 
Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :
KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin
A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 
– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 
http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf
Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa
Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman
The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa
The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer
Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin
Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman
Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem
Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman
Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott
Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence
Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/



 
B. video online
 
 
Senyap – The Look of Silence
Jagal – The Act of Killing (full movie)
Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)
The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA
Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan
Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power
Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)
Imam Komunis
Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam
Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh
Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0
Indonesia: Kado Untuk Ibu
Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

40 Years of Silence

sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

The New Rulers of The World
https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65

Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body
Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11
Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta
http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/

r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc
Filastine – Genjer-Genjer
www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w


KISAH PARA EKSIL 65

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’
Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia
Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan
‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam
Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan


Bookmark and Share

Elisabeth Ida Mulyani : (DE/RE) CONSTRUCTION – SEJARAH SIAPAKAH ? [pameran online] [genosida 1965; tragedi 1965]

SEJARAH SIAPAKAH ?
 
Elisabeth Ida
Mulyani, 2012 – 2015
Kurator : Joachim
Naudts (BE)
 
Karya ini tersusun dari tiga ruang – secara harfiah maupun
gramatikal, tentang struktur dan proses melepaskan diri dari kebenaran tunggal
yang dipaksakan oleh rezim Orde Baru.
 
Ruang pertama adalah “Konstruksi”, dimana dua elemen
propaganda Orde Baru ditampilkan.
 
“Dekonstruksi” merupakan proses mendudah konstruksi yang
sangat mengakar tersebut, dengan jalan melihat sejarah dari sisi lain, yang
dikelamkan semenjak tragedi 1965-6 hingga saat ini.

(SUPERVIVERE serial)

 
“Rekonstruksi” merupakan visualisasi pemahaman yang
dihasilkan dari ruang pikiran sebelumnya, sekaligus merupakan proses
pemerdekaan dari konstruksi yang dipaksakan tersebut.


*publikasi ini atas seijin Elisabeth Ida

 

sila klik pameran online genosida 65-66 :

Dadang Christanto, Sanggar Bumi Tarung, Dolorosa SinagaElisabeth Ida Mulyani, Yayak Yatmaka, Koes Komo,Nobodycorp. Internationale Unlimited,Komunal Stensil, Aji Prasetyo, Didot Klasta Harimurti, Awank-Riza-Suhendra-TerrorPaint, Made Bayak,Andreas Iswinarto, Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori, Iwan Effendi feat Papermoon Puppet Theatre,TARINGPADI, Obed Bima Wicandrakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan! simak juga Bioskop Jejak Genosida 65, Bioskop Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Pramoedya Ananta Toer),Paduan Suara Dialita : Salam Harapan Padamu Kawan, Prison Song,Musik Tigapagi – SembojanAlbum Lagu Genjer-genjer, Evil Wars In 1965 (Musik Benny Soebardja dkk), Rumah Baca (Pustaka) Genosida 65








CONSTRUCTION



 

 

 

DECONSTRUCTION



(narasi-narasi eksil 65)

 
SUPERVIVERE
 
 
 

 

SUPERVIVERE
 
 
 
 
 
 
 
RECONSTRUCTION
“Indonesia Sejak Saat Itu” (Indonesia since then), 2015,  

collaboration with Derek Bacon.  





 

“Bunuh (Kill) 2016

 
 




karya selengkapnya sila klik
 

(DE/RE) CONSTRUCTION


http://lightfacts.tumblr.com/dereconstruction






simak juga berita Tempo tentang pameran Elisabeth Ida di Belgia






bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65


Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.


baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 
atau
Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di
Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

 

 
Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966
John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 
Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)
Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965
Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf
 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora
Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi
Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu
melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto
Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia
Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.
Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 
Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 
(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)
baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950

https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso
 

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012


Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :
KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin
A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 
– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 
http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf
Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa
Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman
The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa
The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer
Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin
Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman
Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem
Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman
Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott
Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence
Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/



 
B. video online
 
 
Senyap – The Look of Silence
Jagal – The Act of Killing (full movie)
Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)
The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA
Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan
Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power
Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)
Imam Komunis
Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam
Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh
Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0
Indonesia: Kado Untuk Ibu
Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

40 Years of Silence

sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

The New Rulers of The World
https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65

Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body
Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11
Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/


r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

 

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc
Filastine – Genjer-Genjer

www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w



KISAH PARA EKSIL 65


Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’
Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia
Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan
‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam
Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan
Bookmark and Share

Dadang Christanto : Genocide 1965-1966 [IN RED; DARAH ITU MASIH SEGAR JENDERAL] [pameran online] [genosida 1965; tragedi 1965]

foto-foto karya ini dihimpun dari facebook Dadang Christanto dan pemuatannya atas seijin yang bersangkutan. 
 
hormatku kamrad 
(admin lentera di atas bukit)
 

 

SATU (1965-66)

 

HUJAN MERAH
Tanah merah
Sungai merah
Bau merah
Waktu merah Dan di tempat sunyi
Seorang ibu menetek bayinya
dengan tetesan air susu berwarna merah.
(DC)

 

 

 

SEMBILAN (1965-66)
 

 

 

ENAM (1965-66)

 

 “Tribute to Gerwani”.

 

 “Tribute to Gerwani”.

 

 “Tribute to Gerwani”.

 

 

 

BON

Mungkin kata Bon dari bahasa Belanda.
Kata bon sudah jarang digunakan, sudah termasuk kata jadul. 
Dalam pergaulan sehari-hari dulu, bon ini berarti berhutang atau pinjam. 
“Ngebon sik ya Bu” (Hutang dulu ya Bu), adalah kalimat yang kerap di dengar
oleh para pelajar/masiswa kepada Ibu empunya warung yang baik hati di kota Jogja.
“Dibon” atau “dipinjam”, bisa menjadi kata menakutkan dan mengerikan. Bahkan diartikan berhadapan dengan ajang sebuah kematian, bagi para Tapol pada jaman awal Orba/militer menumpas PKI dan para simpatisannya.
Mereka yang dibon, berarti Tapol diambil dari sel tahan untuk diinterogasi (baca disiksa). Dan cara menyiksa ini Orba ahlinya. Dari yang paling ringan main bentak, kepruk, sundut api rokok, setrum, jari tangan di injak dengan kaki meja yang diduduki beberapa orang, dll. Hingga leher dijerat dengan kawat sampai mati. Lihat saja film “Act of Killing”, seperti dipratikan oleh Anwar Kongo dkk.Eh….mereka para penyiksa yang tangannya belepotan darah dan para jagal ini masih aman-aman saja, tak tersentuh hukum lho.
(DC)
LIMA (1965-66) 
 
menghitung korban

 

 

 

 

IN RED (1980).


Karya ini menggambarkan tindak kekerasan yang dilakukan sehari-hari, seperti mengosok gigi. Kekerasan telah menjadi budaya dalam bersolusi. Ide awal dari seniman Bonyong Muni Ardhi. Pertama kali dipentaskan 35 tahun lalu di Senisono Jogja. Pada kesempatan diskusi para perupa muda waktu itu.IN RED, masih tetap relevan dengan situasi sekarang dan berada dalam bagian tematik pameran   1 9 6 5.

ENAM (1965-66)
 

 

 

 
Adakah dia tahu kalau lukisan yang ada di rumah di samping Piano itu adalah sebuah lukisan korban kebrutalan satu regime (Militer) di Indonesia di tahun 1965-1966?

 

Aku tak yakin dia tahu. Apalagi dengan detail peristiwa korban pembantaian yang mayat-mayatnya terapung di sungai-sungai di Jawa 49 tahun lalu, seperti yang aku gambarkan dalam lukisan tersebut? (DC)


Memang praktis untuk sebuah tindak biadab dengan melemparkan mayat-mayat korban ke SUNGAI. 

Hanyut dan hilang tak berbekas. Bagi ingatan sejarah, apalah artinya mengingat kejadian 50 tahun lalu?
Ratusan bahkan ribuan tahunpun usia sejarah akan selalu tercatat dan diingat.
Dan salah satunya catatanku mengenai sungai-sungai di Indonesia di tahun-tahun pembantaian 1965-1966. Sungai adalah kuburan massal pembantaian. (DC)

 

Apa yang bisa dibanggakan 

menggorok kepala-kepala manusia sebangsa tanpa melawan dan tak tahu salahnya apa?

 

Entah sudah berapa ribu kepala-kepala manusia dipenggal aku gambar dan aku buat patung, dalam series “Menghitung Korban”?
Yang jelas belum seberapa jumlahnya jika dibanding jumlah kepala manusia yang digorok di tahun 1965, jutaan manusia dibantai itu. 
(DC)
Mendengar suara Truk lewat

Mendengar Suara sepatu Lars Tentara
Membuat seorang ibu ketakutan dalam hidupnya sejak 1965.

LARS (2001)

ENAM (1965-66)
 

 

bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

 

 

baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 
atau
Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di
Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

 

 
Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966
John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 
Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)
Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965
Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf
 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora
Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi
Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu
melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto
Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia
Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.
Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 
Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 
(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)
baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950

https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso
 
Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :
KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin
A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 
– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 
http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf
Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa
Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman
The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa
The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer
Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin
Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman
Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem
Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman
Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott
Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence
Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/





 
B. video online
 
 
Senyap – The Look of Silence
Jagal – The Act of Killing (full movie)
Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)
The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA
Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan
Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power
Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)
Imam Komunis
Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam
Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh
Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0
Indonesia: Kado Untuk Ibu
Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

40 Years of Silence

sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

The New Rulers of The World
https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65

Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body
Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11
Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta
http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/

r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra
dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra
dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan
Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan
Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

 

 

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc
Filastine – Genjer-Genjer
www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w


KISAH PARA EKSIL 65

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’
Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia
Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan
‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam
Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan
Bookmark and Share

Yayak Yatmaka : The Killing Fields – Ladang Pembantaian 65 – 66 [pameran online]

seluruh karya adalah karya 

 

*pemuatannya/publikasi ini atas seijin yang bersangkutan. 
 
hormatku kamrad 
(admin lenteradiatasbukit)
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yayak Yatmaka – Potret Diri
karya-karya lebih lengkap sila klik


bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65


Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

 

baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 
atau
Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di
Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

 

 
Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966
John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 
Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)
Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965
Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf
 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora
Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi
Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu
melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto
Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia
Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.
Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 
Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 
(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)
baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950

https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso
 

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012


Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :
KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin
A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 
– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 
http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf
Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa
Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman
The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa
The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer
Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin
Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman
Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem
Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman
Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott
Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence
Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/



 
B. video online
 
 
Senyap – The Look of Silence
Jagal – The Act of Killing (full movie)
Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)
The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA
Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan
Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power
Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)

http://www.engagemedia.org/Members/emnews/videos/tjidurian19/view

yang bertanah air, tak bertanah

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRSC0wR0VHUjJOckU&usp=drive_web

 

Imam Komunis

Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam
Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh
Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0
Indonesia: Kado Untuk Ibu
Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965

40 Years of Silence

sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)

The New Rulers of The World
https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65

Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body
Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11
Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/


r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

 

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti
In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling

Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc
Filastine – Genjer-Genjer

www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w



KISAH PARA EKSIL 65


Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’
Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia
Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan
‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam
Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan
 
Bookmark and Share

#‎PosterNobodycorp : Indonesia’s Killing Fields – Kejahatan Kemanusiaan 65-66 [Pameran Online]

seluruh karya poster di bagian ini adalah karya 

 

Nobodycorp. Internationale Unlimited

*pemuatannya/publikasi ini atas seijin yang bersangkutan. 

hormatku kamrad 

(admin lenteradiatasbukit)

 

sila klik pameran online genosida 65-66 :

Dadang Christanto, Sanggar Bumi Tarung, Dolorosa SinagaElisabeth Ida Mulyani, Yayak Yatmaka, Koes Komo,Nobodycorp. Internationale Unlimited,Komunal Stensil, Aji Prasetyo, Didot Klasta Harimurti, Awank-Riza-Suhendra-TerrorPaint, Made Bayak,Andreas Iswinarto, Museum Bergerak 1965Museum Rekoleksi Memori, Iwan Effendi feat Papermoon Puppet Theatre,TARINGPADI, Obed Bima Wicandrakolaborasi Jagal Bukan Pahlawan! simak juga Bioskop Jejak Genosida 65, Bioskop Nyanyi Sunyi Seorang Bisu (Pramoedya Ananta Toer),Paduan Suara Dialita : Salam Harapan Padamu Kawan, Prison Song,Musik Tigapagi – SembojanAlbum Lagu Genjer-genjer, Evil Wars In 1965 (Musik Benny Soebardja dkk), Rumah Baca (Pustaka) Genosida 65

 

 

 

 

<br />

<br />

<br />

 

 

<br />

<br />

 

 

 

</div>

 

<span style=”font-size: x-large;”></span><br />

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=3tILiqotj7Y]

</div>

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

<br />

 

<br />

<br />

SERI THE LOOK OF SILENCE

 

 

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=RcvH2hvvGh4]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SERI #HILANG #GESTOK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

\

 

 

 

 

 

 

 

 

bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65

 

 

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.

baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 

atau

Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di

</div>

Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

<b style=”background-color: #fafafa; line-height: 19.6px;”></b><br />

 

</div>

</div>

 

</div>

Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966

http://www.komnasham.go.id/sites/default/files/dok-publikasi/EKSEKUTIF%20SUMMARY%20PERISTIWA%201965.pdf

 

 

Ringkasan Eksekutif Laporan Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat

*Bab 1 Hal 1-40 tentang Peristiwa 1965-1966

</div>

John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 

http://web.unair.ac.id/admin/file/f_20807_DalihPembunuhanMassal.pdf

 

 

John Roosa : Pengetahuan tentang sebuah Rahasia Umum : Penghilangan Paksa 1965-1966 di Indonesia

<span style=”background-color: white; line-height: 21.8px;”><span style=”font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif; font-size: 12pt;”><b><a href=”https://www.scribd.com/doc/311902470/Roosa-Pengetahuan-tentang-sebuah-Rahasia-Umum-Penghilangan-Massal-1965-66-di-Indonesia-JAS2016#fullscreen” style=”color: #009eb8; display: inline; font-family: ‘Helvetica Neue Light’, HelveticaNeue-Light, ‘Helvetica Neue’, Helvetica, Arial, sans-serif; outline: none; text-decoration: none; transition: color 0.3s;”>https://www.scribd.com/doc/311902470/Roosa-Pengetahuan-tentang-sebuah-Rahasia-Umum-Penghilangan-Massal-1965-66-di-Indonesia-JAS2016#fullscreen</a></b></span></span></div>

 

Tidak Ada Penyiksaan Terhadap 6 Jenderal

</div>

baca juga

How Did the Generals Die Ben Anderson

</div>

</div>

Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)

Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965

Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf

 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora

Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi

Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu

melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali


Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto

Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia

Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.

Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 

<b><span style=”font-size: 12pt;”><span style=”color: #009eb8; font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;”><br /></span></span></b>

<br />

Bertahan Dalam Impunitas : Kisah Para Perempuan Penyintas Yang Tak Kunjung Meraih Keadilan

Menemukan Kembali Indonesia : Memahami 40 Tahu Kekerasan Demi Memutus Rantai Impunitas (buku 1)

(buku 2)

<b><span style=”font-size: 12pt;”><span style=”font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif;”><o:p></o:p></span></span></b></div>

Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 

(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)

baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950


https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

 

 

Akar dan Dalang – Suar Suroso

 

Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

 

 

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

</div>

</div>

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :

KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98


Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin

A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 

– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey


Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 

http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf

Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa

<span style=”color: #373e4d; font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif; line-height: 19.6px;”><b><a href=”http://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/issue/view/102″ style=”color: #009eb8; display: inline; font-family: ‘Helvetica Neue Light’, HelveticaNeue-Light, ‘Helvetica Neue’, Helvetica, Arial, sans-serif; outline: none; text-decoration: none; transition: color 0.3s;”>http://journals.sub.uni-hamburg.de/giga/jsaa/issue/view/102</a></b></span></div>

Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman

The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa

The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer

Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin

Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman

Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem

Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman

Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott

Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence

Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdf

Indonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdf

Indonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/




 

B. video online

 

 

Senyap – The Look of Silence

Jagal – The Act of Killing (full movie)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)


Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)

The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA

Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan

Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power

Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)

Imam Komunis

https://youtu.be/7YgPlVprxyg?list=PLQod53Aun8dDofVycTNgwL4Cf_ze2PoVn

 

 

api kartini

<h1 align=”center” style=”font-weight: bolder; line-height: 18px; margin: 0in 0in 0.0001pt; padding: 0px; position: relative; vertical-align: top;”>

<span style=”color: black; font-family: &quot;verdana&quot; , sans-serif; font-size: 11pt;”><a href=”https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gROFFFdFg4Uk4yQUE&amp;usp=drive_web” style=”color: #009eb8; display: inline; font-family: ‘Helvetica Neue Light’, HelveticaNeue-Light, ‘Helvetica Neue’, Helvetica, Arial, sans-serif; outline: none; text-decoration: none; transition: color 0.3s;”>https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gROFFFdFg4Uk4yQUE&amp;usp=drive_web</a></span></h1>

</div>

Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam

Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh

Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0

Indonesia: Kado Untuk Ibu

Tumbuh Dalam Badai Anak Korban Stigma 1965


40 Years of Silence


sang penari (dari novel ronggeng dukuh paruh)


The New Rulers of The World

https://www.youtube.com/watch?v=79pt0VkXPmI
film ini baik untuk memahami konteks global persoalan kedaulatan politik-ekonomi negeri ini termasuk memahami konteks global genosida 65


Dance of the Missing Body
http://www.engagemedia.org/Members/kotakhitamforum/videos/dance_of_the_missing_body

Kuliah Umum Buku: “The Dance That Makes You Vanish. Cultural Reconstruction in Post-Genocide Indonesia”, oleh Rachmi Diyah Larasati, tanggal 5 Juli 2013, di Indonesian Visual Art Archive
https://www.youtube.com/watch?v=7X0261Po71M#t=11

Lifting Dignity: A Short Note of Putu Oka Sukanta

http://asia-ajar.org/2015/08/lifting-dignity-a-short-note-of-putu-oka-sukanta/

 

 

r.i (restoran Indonesia)

https://drive.google.com/folderview?id=0B4B8Ek70x1gRMXNNVVFWUzlKMGM&usp=drive_web

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (I)

https://www.youtube.com/watch?v=cMB_jIzQLzA

 

Permadi Lyosta: Pelukis Rakyat , Lekra dan Tragedi (II)

https://www.youtube.com/watch?v=HfGE67cHtrk

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (I)

https://www.youtube.com/watch?v=km-jTuUHL8c

 

Hersri Setiawan: Lekra sebagai Gerakan Kebudayaan Rakyat (II)

https://www.youtube.com/watch?v=c_Ar1bTLe9o

 

Mia Bustam dan Lekra

https://www.youtube.com/watch?v=Bsd2RsWs9aY

 

Oey Him Wie: memori tentang Buru

https://www.youtube.com/watch?v=yKpF_pbrBoo

 

 

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Sulistyowati

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Sri Suprapti

In Defiance: Voices of Torture Survivors, Tan Swie Ling


Pementasan Teater Nyanyi Sunyi Kembang-kembang Genjer
https://www.youtube.com/watch?v=A7OGfkAr-xc

Filastine – Genjer-Genjer

www.youtube.com/watch?v=Y_XS_2Hni8w



KISAH PARA EKSIL 65

 

 

Cerita para eksil 1965: ‘Identitas dicabut, seolah nyawa dicabut’

Menunggu puluhan tahun di Praha untuk paspor Indonesia

Ribuan buku peristiwa 1965: Mengubah kesedihan menjadi kekuatan

‘Tertahan pulang’, Florensia jadi dokter tujuh tahun di Perang Vietnam

Cucu eksil: Peristiwa 1965, sejarah yang tak boleh dilupakan

 

Bookmark and Share

Didot Klasta Harimurti : Korban2 & Versi2; Mereka Membunuh [art project on 65] [genosida 1965; tragedi 1965]

Korban2 & Versi2 mengeksplorasi aspek-aspek korban dan versi
dalam ‘Peristiwa 65’; pembantaian dan penindasan terhadap anggota-anggota
Partai Komunis Indonesia di tahun 1965 sampai akhir 60an. Setidaknya sekitar 2
juta orang dibunuh. Penindasan ini sejatinya terus berlangsung hingga hari ini.
Saya berusaha merepresentasikan keluasan dan kompleksitas pengertian korban
sekaligus investigasi berbagai versi ‘fakta’, sudut pandang, narasi mengenai
peristiwa ini. Korban2 & Versi2 saya kembangkan tahun 2013 dan berlanjut selama
program residensi di Perth Intitute of Contemporary Arts, Australia tahun 2014
dimana karya ini sekaligus dipamerkan di studio saya.


seluruh karya poster di bagian ini adalah karya 

 

*pemuatannya/publikasi ini atas seijin yang bersangkutan. 
hormatku kamrad 
(admin lenteradiatasbukit)
 

 

 
 
 
 

 

 

 

 

 

 

 
 
versi lebih lengkap klik
 
 
Mereka Membunuh; menelusuri pelaku dalam pembunuhan /
kekerasan massal di Indonesia – ‘Peristiwa 65’; yaitu pembantaian dan
penindasan terhadap anggota-anggota Partai Komunis Indonesia di tahun 1965
sampai akhir 60an. Setidaknya sekitar 2 juta orang dibunuh. Penindasan ini
sejatinya terus berlangsung hingga hari ini, Menelusuri tindakan kekejamannya
dan motifnya. Ini juga pencarian introspektif ke dalam ceruk-ceruk gelap hasrat
kita semua. Sebab para pelaku ini bukan makhluk asing yang hanya tinggal selama
2 jam dalam filem triler Holiwud dengan kekerasan fiktifnya. Melainkan manusia
nyata, yang melakukan kekerasan nyata, menumpahkan darah nyata dari korban
manusia nyata.
 
 
didot klasta himself
 
 
Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Kedalaman relung-relung dingin, lembab,
busuk … hati manusiamu. Aku menggerogoti jiwamu. Bercampur darah hitam terbakar
merah. Menggelegak … Berbuih … Mendidih … Berkobar … Panas menjalari pelosok
tubuhmu. Jadi gumpal-gumpal api di kepalan tangan-tanganmu … Angkara

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Menjelma orang-orang bermata buas. Di
atas truk-truk hitam tak dikenal dengan geram mesin bagai seringai mimpi buruk
terjaga nanap. Mendatangi mereka di tengah malam jahanam. Berangkat dalam diam
menuju ide-ide kekerasan di kepalamu. Dan mereka berdoa pada tuhan-tuhannya.
Antara hidup dan mati dan hidup dan mati atau hidup atau mati atau hidup atau
mati. Dan aku lebih tuhan dari tuhan. Aku … Eksekusi
 

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Untuk menghabisi, hanya menghabisi.
Mungkin aku akan membunuh. Kutebas batang lehernya. Kumuncratkan otaknya.
Kuberondong dadanya seribu lubang dengan senapan otomatis. Kubakar seluruh
keluarganya. Kunista harga dirinya. Langsung mati atau pelan-pelan mati.
Tergantung napsuku akan kepuasan

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Di malam laknat paling laknat itu
mungkin ia kuperkosa dengan brutal. Atau dengan kelembutan yang mengancam.
Mungkin cukup kuremukkan jari kakinya. Atau rangkaian penyetruman melumpuhkan
mungkin lebih menyenangkan. Bisa apa saja, apapun hal keji yang bisa
dibayangkan peradaban. Sebab aku maha kuasa. Atau mungkin kulepas pergi. Dan
kusaksikan mereka menyembahku dengan terkencing-kencing lantas berlari,
berlari, berlari dan lari dan lari dan lari. Membawa bayanganku yang
membunuhnya berkali-kali, lagi dan lagi dan lagi

Aku
datang dari segelap-gelapnya kegelapan. Sebab ingin menguasai dunia. Sebab
ingin jadi presiden. Sebab ingin masuk sorga. Sebab ingin mulia. Ingin memiliki
rumahnya. Ingin merebut istrinya. Ingin tetap menjadi tuan tanah. Ingin tetap
menjadi tuan atas budak-budak. Ingin mendapat sekantung upah. Ingin menjilat
pantat bossku. Aku tak ingin diancam keadilan. Aku tak ingin kehilangan hak-hak
istimewa. Aku tak ingin mati sebab tidak membunuhnya. Aku tak tahu apa yang
kulakukan. Sebab aku telah jadi gila. Di dunia yang telah lama sudah gila

Apakah
ini cerita masa lalu? Apakah ini tentang pertobatan? Bukan, sama sekali bukan

Dulu
telah kau bakar apa saja untuk membangun megah kekaisaran apimu. Tentu kau tak
akan memadamkannya atau membiarkan siapapun memadamkannya.
Mungkin
kau akan mengaku kebiadabanmu, dengan bangga. Sebuah pengakuan sebagai pertanda
kuasa
yang menyala-nyala


Didot
Klasta

 

 

 

 

 

 

 

 
versi lebih lengkap klik
 


bahan bacaan berupa buku dan video online

A. ebook, book online

*beberapa bahan bacaan tidak semata-mata menyoal genosida 65

Cita-cita tentang Indonesia yang demokratis, yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan, yang meniscayakan kebhinekatunggalikaan, sejak September 1965 terkubur bersama jutaan bangkai manusia sebangsa. Setelah September 1965, kita seperti orang mabuk yang berjalan terseok-seok, kumuh, dan sering beringas dalam menggapai dan merumuskan identitas sebagai sebuah bangsa. Tapi mengherankan, tidak banyak studi yang dilakukan dalam masa-masa paling gelap itu. Tidak ada ’seujung kuku’ jika dibandingkan dengan, misalnya, studi tentang Holocaus Nazi/Hitler terhadap bangsa Yahudi di Jerman pada masa Perang Dunia II. Padahal, Peristiwa G30S 1965 dan yang menyertainya, merupakan tragedi kemanusiaan terbesar kedua setelah Holocaus dalam rentang skala, waktu, dan jumlah korban yang ditimbulkannya. Kita seperti ingin melupakannya ketimbang merenungkannya, ingin membantahnya ketimbang memahaminya.


baca dan unduh  Majalah BHINNEKA Edisi Setengah Abad Genosida”65 
atau
Yang Dibredel Itu! Kini siap diunduh: Salatiga Kota Merah (Lentera) di
Buletin Pamflet : Kotak Pandora 1965

 

 
Pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tentang Hasil Penyelidikan Pelanggaran HAM yang Berat Peristiwa 1965-1966
John Roosa Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto ( ISSI dan Hasta Mitra, 2007) 
Tahun yang Tak Pernah Berakhir: Memahami Pengalaman Korban 65 (Ed. Ayu Ratih, Hilmar Farid dkk)
Mendengar Suara Perempuan Korban Peristiwa 1965
Menyusul Puzzle Pelanggaran HAM 65 : Blitar dan Buton  http://www.kontras.org/buku/MENYUSUN_PUZZLE_PELANGGARAN_HAM_1965.pdf
 Tanah Berdarah Di Bumi Merdeka : Menelusuri Luka-Luka Sejarah 1965 – 1966 Di Blora
Tuturan Penyintas Tragedi 65 : Sulawesi Bersaksi
Pelanggaran HAM Peristiwa 1965/1966 di Kota Palu
melawan lupa narasi-narasi komunitas taman 65 bali

Mematahkan Pewarisan Ingatan: Wacana Anti-Komunis Dan Politik Rekonsiliasi Pasca-Soeharto
Pulangkan Mereka! Merangkai Ingatan Penghilangan Paksa Di Indonesia
Djinah 1965, Years of Silence – Evans Poton.
Indonesia Yang Dibayangkan: Peristiwa 1965-1966 dan Kemunculan Eksil Indonesia 
Penggambaran GERWANI sebagai Kumpulan Pembunuh dan Setan 
(Fitnah dan Fakta Penghancuran Organisasi Perempuan Terkemuka)
baca juga KUNTILANAK WANGI -Organisasi-Organisasi Perempuan Indonesia Sesudah 1950

https://www.academia.edu/9654687/Kuntilanak_Wangi

Akar dan Dalang – Suar Suroso
 
Mengorek Abu Sejarah Hitam Indonesia – Yoseph Tugio Taher https://www.academia.edu/4437590/ULTIMUS_mengorek_abu_sejarah_hitam_indonesia_edit_012

Narasi-narasi Ingat 65 – Ceritaku ceritamu cerita kita tentang 65

 

REPRESENTASI TRAGEDI 1965 :
KAJIAN NEW HISTORICISM ATAS TEKS-TEKS SASTRA &NONSASTRA 66-98

Hilmar Farid : Indonesia’s Original Sin : Mass Killing and Capitalist Expansion 1965-1966

http://www.scribd.com/doc/28704618/Hilmar-Farid-Indonesia-s-Original-Sin
A Prelimenary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia 
– Benedict Andreason and Ruth Mc Vey

Another Look at the Indonesian Coup -Harold Couch 
http://www.sukarnoyears.com/books/Indonesian%20Coup.pdf
Sexual Slander and the 1965-1966 Mass Killings in Indonesia : Political dan Methodological Consederations Saskia Eleonora Wieringa
Introduction: The Massacres of 1965–1966: New Interpretations and the Current Debate in Indonesia Annie Pohlman
The Initial Purging Policies after the 1965 Incident at Lubang Buaya – Yosef Djakababa
The Organisation of the Killings and the Interaction between State and Society in Central Java, 1965 – Mathias Hammer
Why Not Genocide? Anti-Chinese Violence in Aceh, 1965–1966 – Jess Melvin
Child-raising, Childbirth and Abortion In Extremis: Women’s Stories of Caring for and Losing Children during the Violence of 1965–1966 in Indonesia – Annie Pohlman
Seducing for Truth and Justice: Civil Society Initiatives for the 1965 Mass Violence in Indonesia – Sri Lestari Wahyuningroem
Documentation: Reports by Human Rights and Victim Advocacy Organisations in Indonesia: Reconciling the Violence of 1965 – Annie Pohlman
Still Uninvestigated After 50 Years: Did the U.S. Help Incite the 1965 Indonesia Massacre? Prof Peter Dale Scott
Truth Will Out: Indonesian Accounts of the 1965 Mass Violence
Neglected Duty: Providing Comprehensive Reparations to the Indonesian “1965 Victims” of State Persecution. ICTJ; Teresa Birks. 
https://www.ictj.org/sites/default/files/ICTJ-Indonesia-Reparations-Victims-2006-English.pdfIndonesias unresolved mass murders : Undermining Democracy – TAPOLhttp://tapol.org/sites/all/modules/custom/tpl_sorry/docs/Indonesias_unresolved_mass_murders.pdfIndonesia 65 Documents  Amnesty Internasionalhttp://www.indonesia1965.org/wordpress/



 
B. video online
 
 
Senyap – The Look of Silence
Jagal – The Act of Killing (full movie)
Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (1)

Jembatan Bacem : Fim Dokumenter Tentang Peristiwa 1965 (2)
The Shadow Play (CIA roles in Indonesian Killings of 1965-1966
https://www.youtube.com/watch?v=lTBCHvumJvA
Saya Rasa Itu Sulit Dilupakan
Plantungan: “Pictures of suffering and a woman’s power
Tjidurian 19: Rumah Budaya yang Dirampas (Seized Culture House)
Imam Komunis
Indonesia: Menyemai Terang Dalam Kelam
Indonesia: Perempuan Yang Tertuduh
Para Perempuan yang Mengubur Dendam
https://www.youtube.com/watch?v=WM1CxUScKY0
Indonesia: Kado Untuk Ibu